Pengabdian Dosen bersama Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik menuju UMKM Halal Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen

Oleh : Muhammad Ash-Shidiqy, M.E, Bayu Pratama Putra, Muhammad Nafa Okta Marcella, Muhammad Ichlasul Amal

KKN Tematik pada kali ini kami Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Bersama dosen pengabdi Muhammad Ash-Shidiqy, M.E, bertempat didesa selogiri Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Dengan membawa tema “PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT DESA MELALUI PELATIHAN HALALPRENEURSHIP PADA UMKM DESA SELOGIRI KECAMATAN KARANGGAYAM KABUPATEN KEBUMEN”

Sedangkan KKN Tematik sendiri adalah KKN Tematik adalah salah satu pendekatan dalam pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Indonesia. Berbeda dengan KKN reguler yang umumnya memiliki fokus yang lebih umum dan mengharuskan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam berbagai macam kegiatan di masyarakat, KKN Tematik lebih difokuskan pada tema atau topik tertentu yang menjadi perhatian utama.

Dalam KKN Tematik, para mahasiswa akan berkumpul dalam kelompok yang memiliki minat atau keahlian yang sama terkait suatu tema khusus. Contoh tema KKN Tematik meliputi pendidikan, lingkungan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, teknologi, dan banyak lagi. Setiap kelompok akan bekerja bersama-sama untuk merencanakan dan melaksanakan proyek atau kegiatan yang berkaitan dengan tema tersebut, dengan tujuan memberikan kontribusi yang lebih terfokus dan berdampak pada masyarakat di daerah tempat KKN dilaksanakan.

Tujuan utama dari program Kuliah Kerja Nyata adalah untuk membantu mahasiswa mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di daerah tersebut. Selain itu, KKN juga bertujuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat tempatan melalui berbagai kegiatan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kuliah Kerja Nyata adalah salah satu cara untuk menghubungkan dunia akademis dengan dunia nyata, membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan interpersonal, kepemimpinan, dan pemecahan masalah, serta memberikan mereka pengalaman berharga yang dapat membentuk pandangan mereka tentang peran mereka dalam masyarakat.

Dengan demikian, KKN Tematik adalah salah satu alternatif pendekatan yang dapat meningkatkan efektivitas dan dampak dari program Kuliah Kerja Nyata, sambil memungkinkan mahasiswa untuk lebih terlibat dalam solusi yang berkaitan dengan isu-isu penting dalam masyarakat.

Tempat kegiatan kami adalah didesa Selogiri, kec. Karanggayam, kab. Kebumen. Desa selogiri ini terdiri dari 4 dusun, diantaranya adalah Dusun Krajan, Dusun Situmbu, Dusun Simampir dan Dusun Sikebo. Dengan luas wilayah 1.095.595 km2, des aini merupakan desa terluas kedua di kecamatan Karanggayam. Desa ini memiliki potensi baik tentang sumber daya alam maupun dengan sumber daya manusianya.

Desa selogiri memiliki banyak tempat wisata lokal diantaranya adalah Curug Domas di Dusun Situmbu, Bukit Senuk di Dusun Situmbu. Selain potensi SDA dari desa Selogiri juga memiliki potensi SDM, terbukti dengan banyaknya UMKM didesa Selogiri, dimana Perdusun pasti banyak UMKM dengan berbagai macam hasil produksi, seperti Kerupuk Gople, Gula Merah, Leper, Rengginang dan ada juga Seriping singkong. Yang Sebagian besar bahan produksinya adalah singkong karena Sebagian besar sawahnya memproduksi singkong.

Kegiatan Kita kemarin juga banyak mengunjungi tempat tempat tersebut dari produksi UMKM samapi ke tempat wisatanya, dan sesuai dengan Tema yang kita bawakan mengenai Halalpreneuership, kami juga mengadakan kegiatan sertifikasi halal dan juga melakukan pelatihan kepada UMKM untuk menggunakan media sosial agar sesuai dengan perkembangan zaman

 

 

 

1. Kunjungan ke UMKM Kerupuk singkong Gople Mekar Sari, Dusun Situmbu, Desa Selogiri.

Di desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, terdapat banyak UMKM UMKM yang memiliki potensi, salah satu diantaranya adalah Kerupuk singkong Mekar Sari.Kami Mahasiswa UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri, bersama bapak dosen Muhammad Ash-Shiddiqy, M.E. melakukan survey langsung dan mewawancarai pemilik usaha ini.

Di desa Selogiri ini sebagian besar tanahnya ditanami pohon singkongjadi sebagian pengusaha disini memproduksi makanan berbahan dasar singkong.

Kerupuk singkong memiliki bahan dasar buah singkong, yang proses produksinya memakan waktu yang lumayan lama, dari proses awal hingga pengemasan produk. Kami juga ikut terjun langsung membantu dalam memproduksi kerupuk singkong ini.

 

 

 

 

 

 

Proses awal dari pembuatann kerupuk singkong ini adalah pemilahan buah singkong yang berkualitas baik dipisahkan dengan buah singkong yang berkualitas kurang, kemudian buah singkong yang berkualitas baik dikupas kulitnya dan dicuci bersih, setelah itu dimasukan kedalam mesin penggiling, hingga menjadi bubur.

Setelah proses ini selesai, proses selanjutnya adalah singkong parud dibungkus kemudian dipress menggunakan mesin press guna menghilangkan kandungan air didalan parudan singkong, setelah di press, adonan di diamkan semalaman sampai mengering dan membentuk sebuah tepung, setelah proses ini kemudian pengukusan dengan pawon tradisional, proses pengukusan ini berlangsung selama kurang lebih 1-1,5 jam. setelah matang, adonan diuleni dan di bentuk seperti empe empe, kemudian setelah adonan dibentuk empe empe. adonan dipotong potong membentuk persegi.

Setelah proses ini selesai proses selanjutnya adalah penjemuran, penjemuran bahan kerupuk singkong ini berlangsung selamam kurang lebih setengah sampai satu hari dibawah sinar matahari

 

 

 

 

 

 

Proses yang terkhir adalah packing/pengemasan produk, proses ini dilakukan setelah melewati seleksi produk produk yang selesai dijemur, produk memang harus  sudah benar benar kering, sehingga bisa bertahan lama dan tetap enak pada saat di nikmati.

Dari Proses produksi yang sedimikian prosesnya, Kami Mahasiswa UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri, bersama bapak dosen Muhammad Ash-Shiddiqy, M.E. berinisiatif untuk melakukan sertifikasi halal kepada produk produk UMKM didesa Selogiri.

 

2.  Curug Domas, Dusun Situmbu, Desa Selogiri, Kec. Karanggayam, Kab. Kebumen.

Curug Domas ini terletak di dusun Situmbu, desa Selogiri, kecamatan Karanggayam, kabupaten Kebumen. Pariwisata lokal desa ini masih memiliki akses yang susah, karena memang berada di tengah hutan dan akses jalan yang masih susah dilewati, bahkan jalan kaki saja masih susah untuk menuju curug domas ini.

Lokawisata ini juga dirasa masih sangat kurang terawat, karena lokawisata ini terbilang kotor dan tidak tertata, juga belum ada fasilitas fasilitas seperti lokawisa pada umumnya. Melihat pariwisata lokal ini, dirasa sangat miris karena akses yang susah hanya jalan setapak dan tidak terawat namun masih minim perawatan dari pihak pemertintah terkait.

Pemandangan yang disuguhkan sebenarnya lumayan bagus, layaknya cueug pada umumnya, namun pada saat musim kemarau, curug domas ini airnya sangat sedikit seperti sama pada saat kami mahasiswa  UIN Prof. K. H. Saifuddin  Zuhri bersama dosen pengabdi Muhammad Ash-Shiddiqy, M.E. berkunjung ke pariwisata lokal ini.

Namun pada saat musim hujan air di wisata lokal ini mengalir lumayan deras, namun sekali lagi akses menuju lokawisata ini, masih belum terpenuhi dengan benar karena pada saat musim hujan akses jalan meunju lokawisata ini tertutup oleh air yang mengalir.

Mengenai fasilitas pada lokawisata curug domas ini sama sekali tidak ada fasilitas. seperti kamar mandi, tempat duduk, apa lagi untuk tempat sholat, bahkan gubug untuk beristirahat saja tidak ada. jadi kami selaku mahasiswa dan dosen pengabdi mengharpkan masyarakat agar lebih menghidupi lokawisata ini, terutama untuk pemerintah setempat, agar memaksimalisasikan potensi yang ada didalam desanya sendiri.

Maka dari itu kami menyarankan memperbaiki wisata ini karena perbaikan adalah langkah penting untuk meningkatkan daya tarik dan memberikan dampak positif pada ekonomi dan komunitas setempat.

Selain itu juga Keterlibatan Masyarakat dirasa sangat perlu, karena Melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata sangat penting. Dengan mengikutsertakan penduduk setempat, akan bisa memastikan bahwa kepentingan dan keinginan masyarakat dapat tersampaikan serta mereka bisa menjadi bagian dari manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Saran dari kami antara lain Peningkatan Infrastruktur dan Fasilitas, yakni untus memastikan fasilitas umum seperti jalan, transportasi, toilet umum, tempat parkir, dan sarana lainnya dalam kondisi baik. Jika infrastruktur sudah memadai, pengunjung akan merasa nyaman dan lebih tertarik untuk mengunjungi destinasi tersebut.

Kemudian Pengembangan Informasi dan Promosi ini bertujuan agar wisata lokal dapat berkembang caranya adalah dengan membuat situs web, media sosial, dan materi promosi lainnya yang informatif dan menarik. Bagikan informasi tentang atraksi, aktivitas, akomodasi, dan kuliner lokal. Promosikan acara-acara khusus dan ajak para pengunjung untuk berpartisipasi.

 

3. Bukit Senuk, Dusun Situmbu, Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen

Tempat wisata lokal ini terletak di Dusun Situmbu, Desa Selogiri RT 04/02, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Tempat ini bernama Bukit Senuk, Wisata lokal ini juga memiliki potensi yang bagus sebenarnya dengan pemandangan alam menuju lembah dan daerah bawah kebumen, namun sekali lagi sangat disayangkan. Karena perawatan dan pelestarian tempat wisata lokal ini masih sangat kurang. sama seperti curug Domas, bukit senuk ini tidak memiliki fasilitas yang dapat menunjang operasional wisata lokal ini, tidak ada fasilitas selayaknya tempat wisata pada umumnya, seperti kamar mandi, mushola, bahkan tempat beristirahatpun belum ada, betapa sayangnya tempat wisata ini belum terwadahi dengan baik.

Sedikit yang membedakan dengan curug domas, jalan menuju lokasi bukit senuk ini sudah lumayan dirawat, ya walaupun belum bisa dibilang layak sebagai jalan menuju tempat wisata, namun ini juga perlu diapresiasi, melihat desa selogiri juga berada di dataran tinggi yang akses segalanya masih susah.

Maka dari itu kami menyarankan memperbaiki wisata ini karena perbaikan adalah langkah penting untuk meningkatkan daya tarik dan memberikan dampak positif pada ekonomi dan komunitas setempat. Selain itu juga Keterlibatan Masyarakat dirasa sangat perlu, karena Melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata sangat penting. Dengan mengikutsertakan penduduk setempat, akan bisa memastikan bahwa kepentingan dan keinginan masyarakat dapat tersampaikan serta mereka bisa menjadi bagian dari manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Saran dari kami antara lain Peningkatan Infrastruktur dan Fasilitas, yakni untus memastikan fasilitas umum seperti jalan, transportasi, toilet umum, tempat parkir, dan sarana lainnya dalam kondisi baik. Jika infrastruktur sudah memadai, pengunjung akan merasa nyaman dan lebih tertarik untuk mengunjungi destinasi tersebut. Kemudian Pengembangan Informasi dan Promosi ini bertujuan agar wisata lokal dapat berkembang caranya adalah dengan membuat situs web, media sosial, dan materi promosi lainnya yang informatif dan menarik. Bagikan informasi tentang atraksi, aktivitas, akomodasi, dan kuliner lokal.

 

 

4. Sertifikasi Halal untuk UMKM di Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen.

Sertifikasi halal adalah proses penilaian dan pengesahan yang dilakukan oleh lembaga atau otoritas yang berwenang untuk memastikan bahwa produk atau layanan memenuhi standar yang ditetapkan dalam hukum Islam. Istilah “halal” dalam bahasa Arab berarti “diperbolehkan” atau “sesuai syariah”, dan dalam konteks makanan dan minuman, merujuk kepada produk yang disiapkan dan diproduksi sesuai dengan prinsip-prinsip agama Islam.

Proses sertifikasi halal melibatkan pemeriksaan dan penilaian menyeluruh terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam produksi, cara pengolahan, dan kondisi sanitasi pabrik atau tempat produksi. Produk atau layanan yang telah memenuhi kriteria halal akan diberikan label atau tanda sertifikasi halal. Dengan demikian, konsumen Muslim dapat yakin bahwa produk tersebut memenuhi standar yang sesuai dengan ajaran agama mereka.

Sertifikasi halal dapat diterapkan pada berbagai jenis produk, seperti makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, dan bahkan layanan seperti pariwisata. Lembaga atau otoritas yang berwenang untuk memberikan sertifikasi halal dapat berbeda-beda di setiap negara, dan proses sertifikasi biasanya melibatkan ulama atau ahli syariah untuk memastikan kesesuaian produk dengan hukum Islam.

Tujuan dari sertifikasi halal adalah untuk memberikan keyakinan kepada konsumen Muslim bahwa produk yang mereka konsumsi atau gunakan sesuai dengan ajaran agama mereka, dan juga untuk membuka peluang bisnis bagi produsen yang ingin mengakses pasar yang sensitif terhadap prinsip-prinsip agama Islam.Melihat potensi UMKM di desa Selogiri ini maka kami Mahasiswa UIN Prof K. H. dan Dosen Pengabdi Muhammad Ash-Shidiqy, M.E, ber inisiatif mengadakan kegiatan sertifikasi halal untuk UMKM UMKM didesa Selogiri,

Kegiatan ini terlaksna pada hari Rabu, 9 Agustus 2023, bertempat di Balai Desa Selogiri, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 3 jam dengan narasumber dari KUA juga selaku Pendamping dari Proses Produk Halal.

Beliau menjelaskan mengenai apa itu sertifikasi halal, bagaimana pentingnya sertifikasi halal, tujuan serta kegunaan sertifikasi halal.

 

4. Forum Grup Diskusi dan Sosialisasi Digital Marketing Bersama UMKM Desa Selogiri, Kec. Karanggayam, Kab. Kebumen

Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, tanggal 22 Agustus 2023, bertempat di Balai Desa Selogiri, Kami mengadakan kegiatan ini dengan seizin dari perangkat desa selogiri, perangkat desalah yang membantu kami dalam melancarkan segala kegiatan kami selama kami berkegiatan didesa ini, Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 3 jam, dimana kegiatan ini mulai dari jam 13.00 sampai selesai pada pukul 16.00. dalam kegiatan ini kami mengundang beberapa pembicara yang memang andal dan paham dengan bidangnya masing masing.

Pembicara pertama adalah dari Nafa Okta Marcella, pembicara ini merupakan seorang mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Program Studi Bimbingan Konseling Islam. Pembicara ini membahas mengnai keterlanjutan kegiatan kami sebelumnya yaitu sertifikasi halal untuk UMKM, dimana Sebagian besar peserta yang hadir sudah dalam proses menunggu sertifikat halalnya turun. Kemudian membahas mengenai cara sukses dalam menjalankan bisnis dan pembicara ini juga membahas mengenai kondisi para pelaku usaha di desa Selogiri ini apakah baik baik saja atau tidak.

Pembicara yang kedua ini adalah Talitha Rahma, sama sama seorang mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Program Studi Bimbingan Konseling Islam. Pembicara ini membahas mengenai sosialisasi digital marketing bagi pelaku UMKM didesa Selogiri ini. Dimana memang Sebagian besar pelaku UMKM didesa ini masih sangat asing untuk menggunakan media sosial sebagai tempat untuk melakukan transaksi jual beli, banyak dari pelaku UMKM yang hadir mendengarkan penjelaskan dengan seksama. Pembicara ini membahas mengenai dasar penggunaan media sosial untuk bertransaksi jual beli, dari shopee, facebook, sampai tiktok.

Dalam kegiatan ini kami juga mengadakan tausiyah dari seorang mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Program Studi Pendidikan Agama Islam Bernama Muhammad Ichlasul Amal, tausiyah ini menerangkan tentang bagaimana menjalankan bisnis sesuai dengan syariat islam, tausiyah ini juga berisi mengenai motivasi agar menjadi penjual yang baik sebagaimana hukum islam.

Selain materi mengenai halalpreneurship kegiatan kami juga memberikan ucapan terima kasih dan kenang kenangan kepada desa selogiri. Pemberian kenang kenangan ini melalui bapak Kiswan selaku perangkat desa Selogori bagian Pelayanan Umum, pemberian ucapan terima kasih ini diwakili oleh Bayu Pratama Putra selaku ketua panitia dan juga seorang Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Program Studi Hukum

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *